Pulang malam atau tidur di kantor

Sesuai dengan jam kerja saya tiap hari, jam 5 sore sampai jam 1 malami, tentunya saya seringkali melakukan melakukan perjalanan / berkendara di malam hari. Pulang dari kantor sekitar jam 1 sebenarnya sudah terlalu malam. Jalanan sepi sekali, yang ada hanya satpam penjaga atau warung-warung kopi yang masih buka. Diatas jam 11 malam, daerah komplek PBI tempat kantorku berada, biasanya pintu gerbang masuk ke perumahan sudah ditutup. Tentu saja ada yang jaga, tetapi meskipun demikian, jika hendak pulang, saat melewati gerbang keluar saya harus jalan pelan-pelan sambil menunggu pintu gerbang dibuka oleh pak penjaga, kemudian saat melewati petugas, tentunya tidak sopan juga bila tidak menyapa. “Mari pak”, “monggo pak”, “permisi om”, mengganggukan kepala, senyum2 sendiri(eh) atau sekedar membunyikan klakson.

Saat melewati jalanan yang sepi, udara yang dingin, jaket yang kurang tebal, hujan, angin, badai..halah. Rasanya memang semriwing(ga tahu bhs indonesiane). Kadang ada perasaan takut, ntar jangan-jangan ada yang ngrampok, ntar jangan-jangan ada yang… ah sudahlah, semoga tidak. Mengingat banyak kejadian-kejadian sadis kalo baca di koran2 lokal semacam memorandum dan malang post. Sudah gitu nyampek kontrakan biasanya nyampenya jam 2 an, ga tahu kenapa perjalanan pulang ini kok terasa lama banget. Mungkin karena ada ekstra time, pertama, ga bisa jalan kenceng motornya soalnya dingin, kedua, kalo pulang malem mesti dhodhok2 pintu agar bisa masuk rumah, dan kadang2 bukainnya lama karena udah pada tidur.

Nah, dikarenakan hal tersebut diatas maka dengan pertimbangan ini itu dan itu ini, maka saya memang memutuskan untuk tidak selalu pulang ke rumah/kontrakan setiap pulang kerja di malam hari, alias tidur di kantor saja. Alasan lainnya, ehm..di kantor ada spring bednya sedang di kontrakan hanya ada karpet dan bantal. Alasan lainnya lagi.., pulang pagi saya terkadang makan nasi pecel di beberapa warung pecel, hal demikian tidak bisa terjadi bila saya pulang malam, karena paginya saiya pasti bangkong, dan tidak ada nasi pecel yang cukup enak/memadai di dekat kontrakan(alasan yang kurang masuk akal, hahaha…ya, sudahlah).

Jadi, begitulah cerita ini dibuat dengan sengaja dan sebenar-benarnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya untuk menceritakan kronologis terjadinya pulang malam atau pulang pagi(tidur di kantor). (Waktoe soedah menoenjoekkan jam 3 pagi)Sudah, sekarang saya mao tidur, di kantor!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s