piala yang diperebutkan tak bisa dibagi sama

Hidup ini seperti roda yang berputar, kadang berada diatas, kemudian disamping, terus kebawah, keatas lagi, demikian seterusnya. Kebahagiaan, penderitaan, kesenangan, kesedihan adalah menu kehidupan yang akan terus menerus kita rasakan secara silih berganti, tidak bisa dielakkan. Setiap orang pasti mempunyai cita-cita untuk mendapatkan hal yang terbaik, menjadi pemenang, dan bahagia.

Disaat kita berpesta menyambut datangnya tahun baru dengan berpesta makan-makan, kembang api dan lain sebagainya, di tempat lain, saudara-saudara kita di pinggir bengawan solo, dan korban bencana alam lainnya sedang merasakan lapar dan dingin di tempat pengungsian. Disaat kita melihat gemerlapnya pesta kembang api, mereka hanya bisa termangu melihat dari tv. Bukan salah pesta kembang api, atau pesta-pesta lainnya, karena itu sudah direncanakan/dijadwalkan dengan anggaran yang tidak sedikit. Lalu, apakah tidak ada tenggang rasa?

Mengutip Lester G. Thurow, ahli ekonomi terkenal dari Massachusetts Institute of Technology: “Di dunia yang sedih dan tak sempurna ini, tak semua orang bisa jadi pemenang. Sebagian akan harus menderita kekalahan. Hidup berlangsung seperti permainan bola di saat final: piala yang diperebutkan tak bisa dibagi sama.”

Tidak ada yang bisa mencegah orang berduit untuk berpesta, toh itu uang-uang mereka juga.  Masalah tenggang rasa, mungkin itulah yang harus ditingkatkan dalam budaya kita. Boleh-boleh saja berpesta, tapi yang sedang mengalami bencana pun harus mendapat perhatian. Karena memang demikianlah hidup untuk saling membantu dan saling menghormati. Ada kalanya kita akan berada dibawah, membutuhkan bantuan dan perhatian dari orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s