Polisi Tidur

Saya paling sebel kalau melewati jalan yang ada polisi tidur nya. Sepeda motor saya yang memang saya pendekkan seringkali nyangkut polisi tidur itu. Saya tidak mengerti, kenapa jalan yang sudah dibuat baik, mulus, nyaman untuk dilalui, kemudian dipasangi gundukan semen kayak gitu. Sebagai contoh, jalanan di daerah panjaitan- Malang misalnya, sudah jalannya sempit, dikasih polisi bobok pula, siapa pula yang mau ngebut di jalan sempit, aneh.

Masyarakat kita sudah terbiasa dengan solusi yang sekenanya saja, asal efektif. Bahkan terkesan berlebihan. Bagaimana tidak berlebihan, kalau memasang polisi tidur, 5-10 meter kemudian ada polisi tidur lagi, dan seterusnya.
Kalau alasannya agar pengendara yang lewat tidak ngebut, apakah tidak ada solusi lain yang lebih nyaman, daripada harus merusak jalan seperti itu. Misalnya, dengan memberi tulisan ‘Ngebut Benjut’,’Harap Pelan2′ dsb. Kalaupun masih ada yang ngebut, pastinya akan dapat teriakan dari orang-orang sekitar situ.

Seharusnya masyarakat tidak mengambil solusi yang menyusahkan orang lain seperti itu. Sayangnya budaya kita sudah terlanjur terbentuk seperti, tidak bisa mencari solusi yang lebih cantik. Atau mungkin karena orang-orang kita memang susah dibilangin, jangan ngebut tapi tetep ngebut apalagi kalo jalan lagi sepi. Ah sudahlah..cari jalanan yang mulus aja..

2 pemikiran pada “Polisi Tidur

  1. gimana kalo jalannya diganti dgn makadam semua? hahaha…. pasti ga ada yg ngebut kecuali traktoršŸ˜€ yg jelas sepedaku ga bakalan bisa lewat, lha skok depan mati, saking cepernya ^o^

    hehehe…iya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s